Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Metode Diet Baru: Weekday Diet

Sudah mencoba metode diet terbaru? Jangan-jangan anda masih menjalankan metode dietnya Dedy Corbuzier, hehe… Ya, silahkan diteruskan. Tetap semangat ya… Sembari menjalankannya, tidak ada salahnya anda mengetahui metode diet terbaru berikut ini: Weekday Diet.

Mengapa metode diet ini bernama Weekday Diet? Ya karena biasanya kita tetap saja menambah berat badan ketika week-end meskipun sedang menjalankan program diet.

Mungkin ini tidak terjadi dengan anda. (harapannya sih begitu…). Para peneliti di Cornell University, New York, Amerika Serikat, mengungkap fakta bahwa rata-rata peserta program diet menganggap diet itu untuk hari Senin sampai Jumat. Jadi mulai Jumat malam berat badan kembali ditumpuki makanan lagi. Apakah anda juga begitu?

Jika jawaban anda ya, maka jangan terlalu merasa bersalah. Anda tetap harus fokus pada makan siang dan makan malam yang sehat sepanjang minggu. Kog begitu? Karena kita memang cenderung menumpuk berat badan pada saat weekend dan mengurangi berat badan pada sepanjang minggu. Jadi memang ada siklus naik turunnya pengurangan berat badan.

Tapi, yang paling penting, yang membedakan mereka yang langsing dari yang berberat badan lebih adalah bukan pada berapa banyak pertambahan berat badan pada saat weekend, tetapi berapa banyak pengurangan berat badan sepanjang minggu.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Brian Wansink ini memusatkan perhatian pada efek dari siklus sepanjang satu minggu terhadap kenaikan berat badan.

Ada 80 orang dewasa yang berpastisipasi dalam studi tersebut, mereka berusia antara 25 sampai 62 tahun. Orang-orang ini dikelompokkan menjadi weight losers (-3 per cent weight loss), weight gainers (+1 per cent weight gain), atau weight maintainers (-3 per cent to 1 per cent weight change).

Yang patut dicatat adalah para peneliti itu menemukan bahwa apa yang kita makan sepanjang minggu itu lebih berpengaruh terhadap kenaikan berat badan dibanding yang kita makan pada saat weekend. Melegakan bukan?

Orang-orang ini diminta untuk menimbang berat badan sebelum sarapan. Hanya berat badan yang dicatat sepanjang 7 hari berturut-turut yang dihitung dalam analisis tersebut.

Tujuan utama studi ini adalah untuk mengamati apakah fluktuasi berat badan tidak terpengaruh sepanjang minggu.

Pola makan setiap harinya dianalisis pada kesemua 3 kelompok tadi: weight losers, weight gainers dan weight maintainers.

Hasilnya mengungkapkan pola yang jelas dari fluktuasi berat badan mingguan. Orang-orang bertambah berat badannya pada hari Minggu dan Senin, sementara pada sepanjang minggu berat badan mereka mengalami penurunan. Yang paling rendah adalah pada jari Jumat.

Para peneliti juga menemukan perbedaan pola antara weight losers dengan weight gainers. Mereka yang berat badannya berkurang dengan mengurangi asupan kalori segera setelah weekend dan meneruskannya sampai Jumat. Sedangkan mereka yang berat badannya tidak berkurang tidak berkurang asupannya sepanjang minggu.

Kesimpulannya, pengendalian berat badan lebih bisa berhasil dalam jangka panjang jika seseorang tidak terlalu ketat dengan dietnya dengan mengijinkan dirinya tetap makan dalam porsi normal dalam waktu tertentu, dalam hal ini pada saat weekend.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Obesity Facts, yang terkait dengan penelitian dari VTT Technical Research Centre, Finlandia dan Tampere University of Technology. sumber: dailymail.co.uk

Posting Komentar untuk "Metode Diet Baru: Weekday Diet"